ads

Link Banner

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Badan Intelijen Negara (BIN); Sebuah Catatan Pinggir

"Berani tidak dikenal, mati tidak dicari, berhasil tidak dipuji, dan gagal dicaci maki"
Hanya sebuah catatan pinggir yang mungkin dapat mengingatkan jati diri seorang insan intelijen.
Terhadap prinsip sebagaimana tertera pada judut thread ini, saya berkali-kali memberikan catatan yang agak berbeda sedikit, namun juga ada hal-hal yang tidak dapat ditawar sebagai prinsip yang harus dipahami seorang intel.
Silahkan dibaca....
"Berani tidak dikenal" adalah salah satu prinsip dasar yang tidak dapat dibantah lagi dalam profesi seorang intel. Apabila kita bertemu/berkenalan dengan seseorang dan yang bersangkutan mengenalkan diri sebagai seorang intel, maka ia telah melanggar prinsip kerjanya sendiri. Pengecualian dapat saja terjadi ketika kita berada di dalam pertemuan komunitas intelijen, ataupun dalam rapat di lembaga pemerintah dimana kita mewakili institusi intelijen, atau bahkan dalam pertemuan internasional dimana pesertanya adalah kalangan intel. 
Penyakit ingin dikenal biasanya terjadi justru pada tahap awal menjadi seorang intel atau pada saat telah menduduki jabatan yang cukup tinggi. Ibaratnya seperti juga seorang yang baru belajar bela diri silat sabuk putih dengan sedikit kembangan, jurus, belebat dan tapak, kadang kebanggaan menjadi bagian dari perguruan silat melebihi kemampuannya dalam bela diri. Semantara, harga diri seorang pejabat intel, kadang meledak pada saat ada pihak-pihak meremehkannya, sehingga munculah perilaku ingin dikenal.
"Mati tidak dicari" sebenarnya merupakan prinsip government denial atau penyangkalan pemerintah terhadap keberadaan seorang intel/agen yang hilang atau mati dalam sebuah operasi di negara lawan. Hal ini sangat penting guna meredam terjadinya konflik yang lebih besar antar negara, sehingga seorang agen yang ditugaskan di luar negeri secara mental selalu siap untuk dianggap tidak ada, dimana kematiannya-pun tidak akan dicari. Prinsip ini hampir tidak pernah diterapkan dalam operasi di dalam negeri, kecuali pada saat terjadi perang saudara atau pemberontakan yang besar.
"Berhasil tidak dipuji" adalah sebuah prinsip yang dibangun untuk memupuk/membangun jiwa rendah hati seorang intel. Mengapa seorang intel perlu memeiliki kerendahan hati? Hal ini semata-mata demi kelangsungan hidupnya untuk membiasakan diri tidak mencari pujian atau berkompetisi semata-mata demi nama atau jabatan. Secara psikologis, manusia akan selalu senang dipuji atas keberhasilan/sukses dalam kehidupannya. Intel juga manusia yang haus akan pujian, namun pujian dalam dunia intelijen perlu direduksi guna menghindari lahirnya kesombongan/takabur yang sering menjerumuskan seorang intel dalam keadaan yang menyedihkan karena kesombongannya.
"Gagal dicaci maki" adalah sebuah prinsip dimana tidak ada kata gagal dalam kamus pekerjaan seorang intel, sehingga hanya caci-maki yang akan diterima seorang intel yang gagal. Mengapa intel tidak boleh gagal? bukankah manusia wajar saja apabila gagal? Dalam kondisi ekstrim, hal ini berangkat dari prinsip keadaan perang dimana kegagalan seorang intel dapat mengakibatkan kematian atau kekalahan dalam perang sehingga tidak dapat diampuni. Apakah kita dapat hidup tenang apabila kegagalan kita menyebabkan kematian banyak sahabat dan rekan kerja kita. Kemudian prinsip tersebut diabadikan dalam dunia intelijen untuk mendorong seorang intel memaksimalkan skill, kemampuan, dan kreatiftasnya dalam menyukseskan pekerjaan operasionalnya.
Saya berikan contoh sederhana yang secara filosofis dapat menjelaskan kondisi ini sbb:
Tugas yang diberikan oleh pimpinan secara mendadak adalah menghadiri pertemuan rahasia di Hotel Indonesia jam 3 dinihari tanggal XX bulan YY tahun 2014. Posisi anda pada jam 2 dinihari di Depok tanpa memiliki kendaraan bermotor. Beberapa kawasan menuju Hotel Indonesia banjir. Dapat dipastikan anda akan terlambat atau bahkan tidak dapat menghadiri pertemuan dimaksud. Apakah anda bisa melapor pada pimpinan dan menyampaikan maaf Pak saya gagal mencapai Hotel Indonesia jam 3 dinihari, sehingga tidak tahu isi pertemuan rahasia dimaksud. Silahkan dipikirkan masing-masing...jawabnya
Intelijen
Intelijen (bahasa Inggris: intelligence) adalah informasi yang dihargai atas ketepatan waktu dan relevansinya, bukan detail dan keakuratannya, berbeda dengan "data", yang berupa informasi yang akurat, atau "fakta" yang merupakan informasi yang telah diverifikasi. Intelijen kadang disebut "data aktif" atau "intelijen aktif", informasi ini biasanya mengenai rencana, keputusan, dan kegiatan suatu pihak, yang penting untuk ditindak-lanjuti atau dianggap berharga dari sudut pandang organisasi pengumpul intelijen. Pada dinas intelijen dan dinas terkait lainnya, intelijen merupakan data aktif, ditambah dengan proses dan hasil dari pengumpulan dan analisis data tersebut, yang terbentuk oleh jaringan yang kohesif.
Kata intelijen juga sering digunakan untuk menyebut pelaku pengumpul informasi ini, baik sebuah dinas intelijen maupun seorang agen.
Proses
Informasi yang dikumpulkan bisa sulit untuk didapatkan, atau bahkan informasi rahasia, yang didapatkan dengan spionase ("sumber tertutup"), atau dapat juga berupa informasi yang tersedia bebas, di surat kabar atau internet ("sumber terbuka").
Secara tradisional, pengumpulan intelijen berupa pengumpulan informasi dari segala sumber, lalu penyimpanan dan pengurutan informasi tersebut, dan diperkirakan sebagian kecil dari yang terkumpul akan berguna kemudian. Hasil dari pengumpulan intelijen ("produk") dan sumber serta metode pengumpulannya ("tradecraft") seringkali dirahasiakan. 
Biasanya, personel intelijen dibekali kemampuan lebih atau dapat dikatakan, orang yang menjadi intelijen ialah orang-orang pilihan terbaik. Kebanyakan mereka berkamuflase lebih hebat sehingga sangat sulit dan bahkan tak terlihat ketika berbaur dengan masyarakat sipil atau berbaur dengan pihak musuh, karena mereka memegang prinsip 1000 cover. Artinya, personel intelijen tersebut memiliki 1000 id yang mana id-id tersebut menutupi identitas asli personel intelijen tersebut. Beban berat dan tugas berat selalu dipundak mereka. Ibaratnya, misi berhasil tak dipuji, misi tak berhasil dicacimaki, matipun tak ada yang mengakui.
Intelijen pemerintah biasanya diserahkan pada dinas intelijen, yang umumnya diberikan dana besar yang dirahasiakan. Dinas-dinas ini mengumpulkan informasi dengan berbagai cara, dari penggunaan agen rahasia, menyadap saluran komunikasi, sampai penggunaan satelit pengintai.
Intelijen militer adalah kegiatan dalam perang yang melakukan pengumpulan, analisis, dan tindak lanjut atas informasi tentang musuh di lapangan. Kegiatan ini memakai mata-mata, pengintai, peralatan pengamatan yang canggih, serta agen rahasia.
Intelijen bisnis merupakan informasi rahasia yang didapatkan suatu perusahaan mengenai saingannya dan pasar.
Informasi yang dicari
Pada perkembangan selanjutnya, informasi yang dicari bukan hanya bersifat kemiliteran namun juga mengenai masalah masalah sosial, gejolak sosial, informasi ekonomi, pertanian, tingkat keberhasilan panen serta kemajuan teknologi. Tujuannya selain bersifat untuk kepentingan analisis militer, juga berguna untuk kepentingan lainnya seperti kepentingan ekonomi, kerjasama ekonomi dan lain-lain terutama yang bersifat hubungan antar negara (diplomatik). 
Selain negara, kadang-kadang perusahaan-perusahaan maupun kalangan bisnis juga menggunakan cara-cara ini untuk mengumpulkan informasi yang sifatnya terbatas hanya untuk kepentingan bisnis seperti prospek mendirikan usaha maupun investasi, kemampuan daya beli dan ekonomi sampai mengetahui kekuatan bisnis saingannya.
Seorang personel intelijen telah didoktrin untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya yang berkaitan dengan apa yang telah menjadi misinya. Kekuatan suatu negara tidak hanya terletak pada kekuatan armada perangnya, namun intelijen adalah suatu titik inti dari keberhasilan suatu kekuatan pokok suatu negara. Kadang Intelijen dipandang sebelah mata oleh suatu kaum paradigmatis tertentu, justru dengan intelijen inilah suatu sistem akan tetap utuh dan terjaga dari segi keamanan internal.
Operasi intelijen
Pada dasarnya, intelijen adalah bersifat mengumpulkan informasi. Pada perkembangannya terutama yang berurusan dengan masalah negara, juga ditambah dengan usaha sejauh mana menyelesaikan setiap ancaman yang dilakukan secara efektif, rahasia, dan langsung menuju sasarannya yang dikenal dengan operasi intelijen yang sering dikenal juga dengan operasi klandestin. Sebagai contoh di Amerika Serikat terdapat undang-undang intelijen yang isinya "..serta usaha usaha yang dilaksanakan untuk menghadapi ancaman terhadap kepentingan nasional". Maka mucullah operasi-operasi seperti usaha penggulingan terhadap Presiden Soekarno dengan memberikan bantuan senjata kepada kaum pemberontak pada dekade 1950-an, Invasi Teluk Babi di Kuba tahun 1960-an, usaha pembunuhan Presiden Saddam Hussein dan lain-lain.
Kriminalitas
Prinsip prinsip intelijen juga digunakan untuk mengatasi kriminalitas dan kejahatan yang terjadi di masyarakat umumnya dugunakan oleh kepolisian dengan menggunakan unit-unit reserse atau kejaksaan seperti di Amerika Serikat (FBI), detektif bahkan wartawan untuk mencari sumber berita. Masing masing memiliki kode etik tersendiri.
Sifat-sifat operasi Intelijen
Umumnya operasi intelijen dilakukan untuk dua kepentingan:
1. Operasi Taktis
Yaitu operasi yang dilakukan untuk mendukung operasi-operasi taktis yang dilakukan dalam jangka waktu dan kegiatan tertentu, umumnya dilakukan oleh angkatan bersenjata dalam operasi operasi militernya.
2. Operasi Strategis
Yakni operasi yang dilakukan dengan mengumpulkan data-data informasi dan kegiatan lain untuk kepentingan strategis umumnya dilakukan dengan jangka panjang.



"Berani tidak dikenal, mati tidak dicari, berhasil tidak dipuji, dan gagal dicaci maki&qu...

Media Sosial dan Keberagamaan

Informasi dan komunikasi adalah sebuah disiplin ilmu yang terbilang cukup tua. Kemunculannya dapat dikatakan berbanding lurus dengan sejarah kemunculan umat manusia di muka bumi ini. Perkembangannya yang pesat menjadi semacam antisipasi bagi kehidupan manusia agar selalu siap menghadapi perubahan zaman.
Di masa kini, teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi kampiun bagi seluruh aktifitas kehidupan manusia. Menjadi semacam tongkat pemandu, penujuk arah, jendela dunia, sumber data, “guru pembimbing”, dan bahkan di sebagian komunitas tertentu ia menjadi seperti “nabi” yang bisa menjadi mesin penggerak dan perubahan bagi sebagian besar aktifitas manusia.
Adalah internet, sebuah fakta tak terbantahkan dari wujud revolusi tekonologi informasi dan komunikasi. Sebuah keniscayaan yang menghubungkan kesadaran manusia akan pentingnya informasi dan komunikasi dengan cepat. Pantas saja, awal era milenium ketiga ini beberapa orang menyebutnya dengan era “revolusi digital” atau “revolusi multimedia”. Walhasil, media informasi dan komunikasi yang digerakkan oleh teknologi internet tidak lagi disebut sebagai “agen” perubahan tapi sudah menjadi “panglima”.  Fakta tersebut terus menerus mengalami penguatan melalui bukti-bukti yang juga terus bermunculan.
Dengan kecerdasannya, manusia telah menemukan sebuah “cara hidup” yang praktis, mudah, instan, cepat dan tanggap. Hampir semua sektor kehidupan manusia telah mengalami digitalisasi. Dikendalikan, ditakar, dan dimobilisasi melalui angka-angka secara eksakta. Era digital seolah telah menjadi “agama” yang dibawa oleh “nabinya” bernama teknologi.
Redupnya Hati Nurani
Proses digitalisasi merupakan wujud perkembangan akal manusia. Semakin pesat teknologinya, semakin cepat pula perkembangan akal manusia. Semakin asyik manusia menari-nari dengan akalnya, semakin dalam pula ketergantungannya pada akal. Semakin dalam ketergantungannya pada akal, manusia semakin tidak percaya kepada segala sesuatu di luar panca inderanya. Artinya, sesuatu yang tidak bisa diindera tidak patut dipercaya.
Manusia di era digital telah muncul sebagai “manusia rasional”. Segala sesuatu mesti masuk akal, mesti diukur dengan akal, dan harus bisa dijangkau melalui jendelanya, yakni panca indera. Jika tidak masuk akal, maka sesuatu itu tidak bisa dipercaya. Sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh panca indera, tidak boleh menjadi kepercayaan dan keimanan, bahkan dianggap tidak ada.
Era digital telah melahirkan manusia yang digerakkan secara eksakta, tanpa perasaan dan hati nurani. Seperti mesin, pikiran dan kehidupan manusia dikendalikan oleh sistem angka. Walhasil, manusia di era ini telah kehilangan hati nurani yang tidak bisa dijangkau oleh panca indera.
Semua sektor kehidupan manusia tanpa penyertaan hati nurani. Bahkan agama mengalami nasib yang sama, yakni telah dipahami tanpa penyertaan hati nurani. Agama telah kehilangan visi langitnya, tidak lagi menjadi samawi. Basis rasio telah menjadi kacamata dalam beragama. Agama samawi (langit) telah berubah menjadi agama ardhi (bumi). Ajaran akhlaq dalam agama hanya semata-mata tuntunan moral belaka, tanpa visi langit.
Mata langit manusia di era digital telah mengalami kebutaan. Sedangkan mata buminya semakin terang, semakin jelas dan semakin menjadi sandaran. Padahal mata langit dan mata bumi adalah keseimbangan yang diamanahkan dalam ajaran agama. Itulah yang disebut nurani, bahasa Arab menyebutnya nuraani (dua cahaya; cahaya akal dan cahaya hati). Nurani adalah dua cahaya yang mesti dijadikan visi bagi orang beragama. Satu cahaya adalah visi langit dan satu cahaya lagi adalah visi bumi.
Agama Media Sosial
Media sosial sebagai salah satu manifestasi revolusi digital memiliki peran penting dalam pembentukan pola pikir di abad ini. Pengaruh positif yang muncul dari inovasi itu tidak bisa dipandang sebelah mata. Pengaruh negatifnya pun tak bisa dianggap enteng. Kebangkitan dan kehancuran manusia punya peluang yang sama.
Dakwah dan pembelajaran umat secara konvensional jauh tertinggal. Efektifitas tablighnya tertinggal berpuluh-puluh kali lipat dari metode dengan menggunakan media sosial. Setiap orang bisa dengan sangat mudah, kapan saja dan dimana saja, saling memberi dan mendapatkan “asupan” informasi.
Secepat kilat, arus informasi saling berkelindan menghampiri para pencari. Seolah arus deras informasi itu tanpa ampun menggilas dan menjejali siapa saja yang membutuhkannya. Tak peduli berkomposisi muatan racun atau madu, semua disiram tanpa pilih kasih. Tak peduli berada dimana dan disaat apa. Tak peduli siapa yang bangkit dan maju atau siapapun yang hancur dan binasa karenanya. Sisi positif dan negatif menjadi setara, filternya nafsi-nafsi.
Efektifitas pembelajaran umat manusia di era digital sama besarnya dengan efektifitas pembinasaannya. Ucapan media sosial sudah seperti “Sabda Nabi” yang bisa mempengaruhi cara berfikir manusia. Dari anak-anak sampai para manula. Dari yang punya bekal pendidikan sampai yang tidak merasakan sekolah sedetikpun. Dari mereka yang hidup dan tinggal di perkotaan sampai mereka yang berada di pelosok-pelosok pedesaan. Semua punya kesempatan dan resiko yang sama.
Melalui media, orang bodoh bisa nampak seperti orang cerdas. Orang awam bisa nampak seperti ulama. Setiap orang bisa menumpahkan keadaan dirinya, uneg-unegnya, dan pemikirannya lewat tulisan, film, rekaman dan audio visual lainnya. Pun saat bersamaan setiap orang dapat dengan mudah mengkonsumsi informasi yang disebarkan oleh orang lain.
Era digital telah melahirkan manusia-manusia yang hanya mengandalkan panca inderanya. Situs-situs web, jejaring sosial semisal Facebook, Twitter, BBM, Whatsapp, dll masuk tanpa reserve di setiap waktu, tempat dan keadaan setiap orang. Tak bisa dibendung, disaring dan dipilah-pilah kecuali oleh diri sendiri. Kemudahan mendapatkannya sama persis dengan menggerakkan kehendaknya melalui pikiran. Setiap orang mutlak dituntut membuat filter dan bendungan sendiri.
Hanya melalui tulisan, pikiran manusia begitu mudah dikendalikan. Berbagai kendali untuk sebuah kepentingan pun menjadi lebih mudah dimainkan. Proses sosialisasi dan publikasi menjadi sangat efektif. Agitasi dan propaganda melalui media semakin diperhitungkan oleh kelompok-kelompok tertentu. Pesan-pesan ajakan melalui tulisan dan photo cukup membuat seseorang bersimpati atau berantipati. Emosi dapat dengan mudah dipicu dan cukup efektif menjadikan seseorang menjadi ekstrimis, radikalis, apatis, dan pesimis. Ujaran kebencian dan kedengkian saling berkelindan. Riya dan sum’ah semakin tak terdeteksi. Bahasa nasehat dapat diramu menjadi sebuah kebencian. Menasehati sekaligus membenci. Bertaubat sekaligus berbuat riya dan sum’ah.
Cara beragama yang diungkap melalui media sosial justru memiliki “madzhab” tersendiri. Agitasi dan propaganda politik di media sosial menjadi metode yang sangat efisien. Potensi konflik sangat besar menghantui para pengguna media. Terus menerus dipupuk, dihangatkan dan ditajamkan melalui ramuan-ramuan fitnah dan kebencian.
Seseorang dapat dengan mudah digiring, dikendalikan dan diarahkan. Mengapa begitu? Karena bahasa agama yang dikonsumsi di media sosial telah tercemar oleh kepentingan-kepentingan hegemoni.
Era revolusi digital sungguh menuntut kesiapsiagaan para penggunanya. Kesiapsiagaan itu harus dimulai dari perubahan paradigma yang dimunculkan dari hati nurani. Berapa banyak sudah para anak bangsa ditipu, dikriminalisasi, difitnah, distigmatisasi, dipublikasi dan diprovokasi melalui propaganda media karena kebohongan-kebohongan yang berselimut bahasa dan visualisasi agama. Agama telah menjadi makanan empuk bagi para pemangku kepentingan kapitalisme dan kekuasaan. Wallaahu muwaffiq ilaa sabiilit taufiiq...
alHajj Ahmad Baihaqi

Informasi dan komunikasi adalah sebuah disiplin ilmu yang terbilang cukup tua. Kemunculannya dap...

Memandang yang Satu kepada yang Banyak

Judul ini saya ambil dari ungkapan hakikat dari Maulana Saidi Syekh Muhammad Hasyim al-Khalidi untuk menjelaskan tentang hakikat Tuhan dan Tajalli-Nya di alam ini. Laksana matahari yang hanya SATU, tapi sinarnya tanpa batas bisa dinikmati di seluruh dunia, semua orang bisa memandang matahari, merasakan hangat sinarnya dan mengambil manfaat dari energi yang di kandungnya.
Semua meyakini bentuk matahari adalah bulat namun cahaya matahari pada dasarnya tidak memiliki bentuk. Ketika cahaya tersebut masuk ke dalam wadah empat persegi maka wujudnya empat bersegi dan saat cahaya matahari melewati atap rumah yang bocor berbentuk segitiga maka cahaya matahari akan terlihat dalam bentuk segitiga.
Benda padat tidak bisa disatukan dengan benda padat karena akan tersisa ruang diantaranya, kalau anda mengumpulkan batu dalam satu tempat, walaupun batu tersebut bersatu tapi tetap ada jarak memisahkan satu dengan lainnya. Berbeda dengan benda cair, disaat anda isi air dalam gelas, maka secara otomatis bentuk air akan mengambil tempat persis seperti gelas. Kita semua tahu bahwa air juga ada spasi antara satu molekul dengan molekul lainnya akan tetapi pandangan mata tidak melihat hal itu, yang terlihat air adalah satu bentuk, satu WAJAH.
Lebih halus lagi adalah gas, ketika disatukan dalam satu wadah maka secara otomatis pula gas tersebut akan menyerupai wadah yang ditempati. Cahaya kita masukkan kedalam jenis gas, benda sangat halus, disaat masuk kedalam wadah apapun langsung menyerupai wadah tersebut. Sampai saat ini kita tidak bisa melihat wujud listrik, sampai arus nya masuk ke dalam bola lampu dan meneranginya, kita semua sepakat begitulah bentuk listrik.
Cahaya tampak dan cahaya gaib memiliki persamaan, sama-sama sangat halus dan bisa menempati wadah apa saja. Cahaya Allah yang bertajalli dalam diri Muhammad bin Abdullah membuat Beliau secara otomatis menjadi seorang Rasul Allah, menjadi utusan yang membawa cahaya tersebut ke seluruh alam ini. Cahaya Allah dalam diri Muhammad itu yang membendakan Beliau dengan manusia biasa. Bukan saja Beliau bercahaya akan tetapi juga bisa menerangi siapa saja yang bersentuhan dengan Beliau. “Cahaya Allah diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki Allah” (Surat An-Nur 35). Cahaya Allah dalam diri Muhamamad ini secara halus orang menyebut sebagai Nur Muhamamad yang merupakan tajalli dari Nur Allah.
Dengan Nur Muhammad inilah fungsi Rasul bukan sekedar mengulang apa yang di firmankan Allah, akan tetapi Beliau berfungsi sebagai The Big Conductor yang mengantarkan energi tak terhingga yang berasal dari sisi Allah. Muhammad dalam hal ini berfungsi sebagai pembawa Wasilah yang tidak lain adalah cahaya Allah Ta’ala.
Cahaya di atas cahaya” demikian Allah mengumpamakan dalam al-Qur’an yang membuat ruhani Rasulullah SAW berfungsi untuk mensucikan sekalian arwah manusia agar bisa berhampiran dengan Allah SWT Yang Maha Suci lagi Maha Bersih. Lalu bagaimana cahaya dalam diri Nabi tersebut bisa disalurkan kepada para sahabat? Apa cukup dengan mendekati zahir Nabi? Atau cukup dengan memandang wajah Beliau?
Cahaya tersebut hanya bisa menghampiri siapa saja setelah memenuhi rukun dan syaratnya. Kalau hanya sekedar memandang maka Abu Lahab dan Abu Jahal juga lama memandang wajah Nabi, kalau hanya bersentuhan fisik, berapa banyak orang kafir quraisy bersentuhan dengan Beliau tapi tetap menjadi kafir.
Memandang dalam hal ini harus dengan keimanan, kunci pembukanya adalah pengakuan akan Kerasulan Beliau lewat Kalimah Syahadat, kemudian mengambil amalan dari Beliau dan secara istiqamah mempraktekkannya barulah cahaya itu masuk dalam qalbu ummat.
Sepeninggal Nabi, cahaya itu terus menerus harus ada dibawa secara estafet oleh para Ulama Pewaris Nabi, rumus dan cara mempraktekkan wajib pula sama sehingga hasilnya akan sama.
ثنا أبو مروان العثماني ثنا نافع بن صيفي عن عبد الرحمن بن عقبة بن عامر عن أبيه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم . لا يدخل النار مسلم رآني ولا رأى من رآني ولا رأى من رأى من رآني . رواه الترمذي والضياء المقدسي بسند صحيح
Tidak akan masuk neraka seorang muslim yang melihat aku dan tidak juga (akan masuk neraka) yang melihat orang yang telah melihat aku, dan tidak juga (akan masuk neraka) orang yang melihat orang yang telah melihat aku, sekalipun dengan 70 wasithah (lapisan/antara). Sesungguhnya mereka itu adalah para khalifahku dalam menyampaikan (islam/sunahku) mengasuh dan mendidik (orang ramai), sekiranya mereka itu tetap istiqamah didalam syari’atku” (H.R. Al – Khatib bin Abd.Rahman bin Uqbah).
Melihat disini bukan hanya sekedar melihat, kita wajib mencari orang yang pernah sempurna melihat Nabi dan mencari pula orang yang telah sempurna melihat orang yang melihat Nabi sampai saat ini karena dari Beliau lah kita bisa menemukan cahaya Allah yang tersimpan da tersembunyi dalam diri Nabi. Tanpa itu maka ibadah apapun yang kita lakukan tidak ada cahayanya, hanya sekedar memenuhi kewajiban.
Menemukan Pembawa Wasilah terakhir inilah merupakan kewajiban bagi orang-orang beriman dan bertaqwa sebagaimana firman Allah : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah Swt dan carilah jalan / wasilah yang mendekatkan diri kepada-Nya dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan (sukses). (QS. al Maidah : 35)
Wasilah sebagaimana yang telah banyak kami uraikan di sini bukanlah ibadah, bukan pula manusia, wasilah adalah cahaya Allah yang berasal dari Allah sendiri. Ibarat matahari, Wasilah adalah cahaya sedangkan wadah adalah pembawa wasilah. Anda boleh sepakat bentuk listrik bulat seperti bola lampu karena itu yang terlihat sedangkan bentuk asli listrik kita tidak pernah tahu.
Sangat penting dan wajib bagi sekalian manusia untuk menemukan Sang Pembawa Wasilah, Ulama Pewaris Nabi karena lewat Beliau lah manusia bisa menemukan cahaya-Nya. Sangat tepat ungkapan pujian kepada Nabi dalam syair-syair indah, “Engkau bulan, engkau matahari, Engkau lah cahaya di atas cahaya”, kesemuanya untuk menyadarkan seluruh ummat bahwa Nabi Muhammad SAW bukan sekedar tukang pos yang membawa al-Qur’an sebagaimana orientalis dan sekutunya meyakini, lebih dari itu Beliau adalah cahaya itu sendiri, Beliau adalah Al-Qur’an yang berjalan.
Karena fungsi Nabi sebagaia pembawa wasilah, maka Beliau dengan kerendahan hati berkata, “Barang Siapa yang melihat aku niscaya dia telah melihat al-Haqq (Allah)”, karena seluruh tubuh Beliau telah disinari cahaya Allah SWT. Allahumma Shalli ‘Ala Syaidina Muhammad, Selamat Sejahtera selalu untuk mu ya Muhammad.. Ya Kekasih Allah.
Dalam hadist Qudsi juga Allah telah berfirman apabila seorang hamba mencapai tahap dicintai Allah, “Apabila melihat AKU lah matanya, apabila berjalan AKU lah kakinya”, ini Maqam para kekasih Allah, orang-orang yang telah mendapat karunia dari Allah SWT.
Berhampiran dengan orang-orang yang telah dikasih Allah ini membuat kita juga ikut dekat dengan Allah sebagaimana firman Allah dalam hadist Qudsi, “Jadikanlah dirimu beserta Allah, jika engkau belum beserta Allah maka jadikan lah dirimu beserta dengan orang yang telah beserta Allah niscaya dia lah yang membawamu kehadirat Allah”. Bahasa membawa adalah bahasa awam agar mudah dipahami sedangkan makna sebenarnya siapapun yang berdekatan dengan kekasih Allah secara otomatis akan sampai kepada Allah SWT.
Tulisan ini saya cukupkan dulu sampai disini, insya Allah dilain kesempatan akan saya lanjutkan lagi dengan judul yang sama karena ini adalah hal sangat pokok dalam hidup. “Memandang yang SATU kepada yang Banyak dan memandang Yang Banyak kepada yang SATU”.

Judul ini saya ambil dari ungkapan hakikat dari Maulana Saidi Syekh Muhammad Hasyim al-Khalidi u...

Israel Lebih Setuju ISIS Yang Berkuasa Di Suriah Daripada Iran

Menteri Pertahanan Israel Moshe Ya'alon, Pro ke ISIS daripada Iran (Photo: usnews)
Dalam membaca perkembangan geopolitik kawasan Timur Tengah, khususnya konflik yang sedang berlangsung di Suriah dan Irak, pisau intelijen strategis adalah sarana yang tepat digunakan untuk membedah sembilan komponen intelstrat sebagai sub sistemnya. Yang menarik, Menteri Pertahanan Israel Moshe Ya'alon menyatakan pada 19 Januari 2016, bahwa Israel lebih memilih ISIS yang berkuasa di Suriah daripada Iran. Selain itu dikatakannya juga bahwa masalah di Timur Tengah saat ini berada di "puncak benturan peradaban," (akan penulis ulas tersendiri).
Ya'alon menyatakan, Israel mempunyai kepentingan yang sama dengan kekuatan Muslim Sunni di wilayah tersebut yang terancam oleh Syiah Iran. Saat dia berbicara pada konferensi "Institute for National Security Studies" (INSS) di Tel Aviv itu, Menhan yang mendapat julukan "Bogie" dengan berani menegaskan pandangan kebijakannya yang berbeda dengan pemerintah AS. Dikatakannya, apabila disuruh memilih antara Iran dengan ISIS, maka dia akan memilih pro ke ISIS. Sementara di lain sisi, AS terus melakukan gempuran terhadap ISIS melalui udara, bahkan Menhan AS Ashton Carter menyatakan akan mengirim kekuatan pasukan darat khusus AS ke Suriah dan Irak. Apakah ini penegasan Israel siapa di belakang ISIS? Disinilah penulis mengamati peran Israel serta badan intelijen Mossad dalam memainkan perannya.
Presiden Sudan Omar Al-Bashir menyatakan bahwa CIA dan Mossad berada di belakang teroris ISIS dan Boko Haram (Photo: daviddicke)
Selama ini banyak pertanyaan pelbagai pihak tidak dapat membuktikan kaitan antara ISIS-Israel. Apakah ini menunjukkan semakin transparannya persaingan badan intelijen dibelakang medan tempur Suriah dan Irak, yang akhirnya muncul kepermukaan karena perbedaan kepentingan? Fenomena menarik bagi situasi dan kondisi di kawasan Timur Tengah, ISIS makin transparan memang bentukan Mossad. Reaksi keras dan kontroversi Israel nampaknya karena mereka merasa disisihkan sekutunya dari Barat (AS) terkait pencabutan sanksi terhadap Iran. Mari kita bahas perkembangan geopolitik kawasan tersebut yang sedang berubah dan jelas akan berpengaruh terhadap belahan dunia lainnya. Inilah informasi globalisasi yang sebaiknya diketahui.
"Basic Descriptive Intelligence" ISIS terkait Mossad
Edward Snowden, mantan pegawai badan intelijen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA), yang juga mantan agen CIA, pembocor rahasia intelijen AS yang kini bermukim di Rusia mengungkapkan bahwa bahwa Islamic State of Irak and Syria (ISIS) bukan murni organisasi militan Islam. Organisasi ini merupakan bentukan kerjasama dari badan intelijen Israel (Mossad), Inggris (MI6) dan Amerika (CIA).
Edward Snowden mantan agen NSA/CIA membocorkan tentang pimpinan ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi
Snowden mengatakan ketiga badan intelijen itu secara khusus menciptakan sebuah organisasi teroris yang mampu menarik semua ekstremis dunia untuk bergabung di suatu tempat, dengan menggunakan strategi yang disebut "the hornet's nest" atau sarang lebah. Menurut Snowden, dokumen NSA itu terlihat mengimplementasikan strategi sarang lebah untuk melindungi entitas Zionis dengan menciptakan slogan-slogan keagamaan dan Islam.
Melihat kepentingan terbesar pengelolaan kondisi kawasan Timur Tengah, nampaknya sutradaranya adalah Israel, maka valid bila disebutkan Mossad menjadi pengendali utama dalam strategi pembentukan ISIS. Mossad sangat lekat dengan strategi False Flag (FF) untuk menjatuhkan lawan-lawan perangnya. Strategi FF adalah salah satu operasi intelijen yang mengambinghitam dan menyalahkan kelompok atau bangsa lain untuk menutupi tindakannya operasi intelijen serta kegiatannya. Mossad mempunyai kemampuan menciptakan opini umum dalam mewujudkan kekisruhan target terpilih dan menuduh lawannya yang melakukan hal tersebut. Cara-cara ini biasanya sering dilakukan dengan mengadu-domba antar golongan. Kemampuan tersebut disebut sebagai keahlian "conditioning" tingkat dunia.
CIA dan Mossad disebut Edward Snowden berada di belakang pembentukan ISIS, kini keduanya berbeda pandangan sesuai kepentingan nasional masing-masing negara (Photo: linkedin)
Pada masa lalu upaya penetrasi Mossad ke pemerintahan AS nampaknya sangat kuat serta pengaruhnya besar. Tetapi dibawah pemerintahan Presiden Barrack Obama, Mossad serta Israel sebagai sekutu erat AS dinilai kurang mendapat dukungan. Misalnya, konsep serangan-serangan serta upaya penguasaan dari koalisi Barat-Israel ke negara Arab (terutama Iran), seperti yang diusulkan oleh Israel dengan representasi dari Mossad tidak berjalan seperti yang diharapkan.
Mossad lebih mengutamakan operasi klandestin, terkenal dengan pelanggaran dan ‘ketidakpatuhan’ mereka terhadap hukum. Cara-cara yang brutal kerap ditempuh untuk pencapaian tujuan seperti penculikan, brutalitas, dan tindakan-tindakan illegal lain terkait operasi intelijen. Bahkan pada saat Dagan menjabat sebagai kepala Mossad, berbagai metode pembunuhan yang sadis dan tidak biasa kerap digunakan dalam memerangi mereka yang diklasifikasikan sebagai teroris Arab. Dalam teror September Hitam (Black September) pada 5 September 1972, terkait pembunuhan atlet Israel oleh teroris pada Olimpiade musim panas di Munich, Jerman Barat, pemerintah Israel menurunkan kebijakan untuk memberi kepada agen Mossad kewenangan (licence to kill), mengejar para pelaku serta jaringannya di manapun dan langsung membunuh mereka di tempat ditemukan.
Aksi brutalisme dalam bentuk teror kini juga dilakukan oleh ISIS, dimana sangat patut dicurigai bahwa Abu Bakr al-Baghdadi, pimpinan ISIS sejak awal dikatakan sebagai agen Mossad dan juga bentukan dari koalisi operasi intelijen dengan CIA serta MI6. ISIS bukanlah aliran agama yang berisi ajaran teologi dan ritual keagamaan. ISIS atau faham Islamic State Baghdadi adalah gerakan politik, termasuk dalam kategori gerakan transnasional politik agama. Itulah sebabnya organisasi ini yang dinilai sangat kaya, dikelola bak sebuah negara dengan pola intelijen menjadi semakin berbahaya dan membesar.
Walaupun kuat dalam pertempuran darat, mampu menarik minat jihadis dari negara-negara di luar Suriah dan Irak, konsep operasional ISIS oleh koalisi intelijen tiga negara tersebut tetap membatasi kemampuan ISIS hanya unggul dalam pertempuran darat serta aksi teror. Akan tetapi menyisakan sebuah titik lemah yaitu tidak dimilikinya alutsista pertahanan udara maupun kekuatan udara. Inilah titik rawan ISIS yang akan mudah dihancurkan oleh superioritas kekuatan udara koalisi apabila mereka sudah tidak dibutuhkan lagi.
Pemboman dari udara tanpa bisa ditangkal oleh ISIS, dilakukan oleh pesawat tempur AS, F-15 dan Drones serta pesawat tempur AU Rusia, SU-24 (Photo: dronewars)
F-15 dan Drones serta pesawat tempur AU Rusia, Su-24 (foto: dronewars)

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Bagi organisasi tempur ISIS, konsep organisasi dibangun dengan penguasaan ladang minyak, bank-bank serta pajak, bagian inilah yang kini ditekan dari dua sisi oleh AS dan Rusia. ISIS didikte dari udara dan benar-benar menjadi tidak berdaya. Beberapa kota yang dikuasainya bak di Irak maupun Suriah mulai lepas. Dalam kondisi ini, kelemahan ISIS, menguatnya Iran jelas memunculkan kekhawatiran Israel, karena Iran dinilainya jauh lebih berbahaya dibandingkan Suriah dan Irak. Oleh karena itu kemudian Ya'alon mengeluarkan pernyataan yang dinilai kontroversial tersebut.
Menhan Israel Menyatakan Lebih Memilih ISIS Daripada Iran
Saat menghadiri Konferensi Nasional Studi Keamanan 'di Tel Aviv tersebut, Menhan Israel Ya'alon membuat pernyataan, 'Jika dia harus memilih antara Iran dan Negara Islam (ISIS), ia mengatakan kepada yang hadir, dia akan "memilih ISIS." Menurut Ya'alon, Iran memiliki kemampuan yang lebih besar dibandingkan ISIS dan tetap merupakan ancaman terbesar bagi Israel.
Ya'alon menyampaikan argumentasinya bahwa jika Suriah dikuasai salah satu diantara keduanya, ia lebih suka Suriah berada dibawah kekuasaan ISIS atau kelompok yang mendukungnya. Prediksi Ya'alon, "Kami percaya ISIS akhirnya akan dikalahkan dalam penguasaan teritorial setelah menderita terus diserang terhadap cadangan minyaknya” katanya kepada Ynetnews.
Ia menambahkan bahwa Israel mempunyai kepentingan yang sama dan akan bersama dengan kekuatan Muslim Sunni, yang juga terancam oleh kekuatan Syiah Iran. Pernyataan Ya'alon kini lebih menegaskan sikapnya terhadap posisi ISIS, walau dinyatakan sebagai teroris oleh Barat. Ya'alon nampaknya kecewa dengan pencabutan sanksi AS dan sekutu Barat terhadap Iran, terkait dengan pengayaan nuklir Iran.
Sikap Ya'alon tersebut sejalan dengan pendapat PM Israel, Benyamin Natanyahu yang menentang keputusan AS mencabut sanksi terhadap Iran khususnya mengenai kesepakatan nuklir. Kesepakatan yang melibatkan Amerika Serikat, Iran dan lima kekuatan dunia lainnya akan membatasi dan mengekang aktivitas nuklir Iran, tetapi Iran akan mendapat imbalan pencairan miliaran aset yang dibekukan Barat, serta akan meningkatkan pendapatan dari minyak.
Israel menakutkan peluru kendali strategis yang dimiliki Iran, karena msuk wilayah merah. Sejil 2 sudah melalui uji coba dengan jarak jangkauan 2.000 km (Photo: Reuters)
Sebelumnya Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan pada hari Rabu (16/12) bahwa Iran akan melaksanakan kewajibannya membongkar beberapa sentrifugal nuklir serta mengurangi persediaan uranium yang diperkaya. Stephen Mull, dari Departemen Luar Negeri AS sebagai kordinator pelaksanaan kesepakatan itu mengatakan Iran telah mulai membongkar sistem pengayaan uranium dengan menghapus ribuan sentrifugal dan mentransfer mereka ke fasilitas penyimpanan yang akan dipantau oleh inspektur nuklir internasional. Mull mengatakan Iran akan terus mengurangi persediaan berbagai bentuk pengayaan uranium yang beratnya tidak lebih dari 300 kg serta diperkaya hanya hingga 3,67%.
Presiden Iran, Hassan Rouhani, memuji inilah sebuah "kemenangan gemilang" setelah diplomat senior di Wina secara resmi mengumumkan pencabutan sanksi terhadap negara itu menyusul konfirmasi dari PBB bahwa Teheran telah memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian nuklir tahun lalu. Presiden Barack Obama mendelegasikan wewenang kepada Menlu Kerry untuk perundingan tersebut.
Pada saat yang bersamaan, semua sanksi pengayaan nuklir Iran yang dikenakan oleh Uni Eropa dan PBB juga otomatis dicabut. Menlu Inggris, Philip Hammond, mengatakan: "Kesepakatan nuklir dengan Iran, di mana Inggris memainkan peran utama, membuat Timur Tengah dan dunia yang lebih luas menjadi tempat yang lebih aman. Media di Ingrris menyebutkan bahwa Bank-bank Iran akan segera membangun kembali hubungan dengan sistem keuangan Eropa, dan perusahaan swasta sekarang dapat mengejar peluang bisnis tanpa takut akan hukuman Barat. Sekitar $ 30 milyar dari total $ 100 milyar aset yang dibekukan akan dirilis ke Iran dalam waktu dekat.
Pencabutan sanksi, yang akan mengakhiri embargo Uni Eropa pada impor minyak Iran, juga akan mempengaruhi pasar minyak global, Teheran diharapkan untuk segera menambah hampir setengah juta barel per hari untuk ekspor minyak mentah. Hal ini mungkin menambah tekanan pada harga minyak yang sudah jatuh karena kelebihan pasokan. Reuters melaporkan bahwa sebanyak 13 operator minyak mentah Iran sedang bersiap berangkat ke India dan Eropa dalam perundingan lebih lanjut.
Presiden Barack Obama pada Jumat (15/1/2016) malam juga mencabut larangan atas penjualan pesawat penumpang ke Iran, pembatasan jangka waktu panjang panjang yang mengakibatkan armada penerbangan sipil Iran menjadi sangat tua, rawan mengalami kecelakaan. Perusahaan-perusahaan Eropa segera akan dapat melanjutkan bisnis dengan Iran, tetapi perusahaan-perusahaan AS nampaknya masih akan terkendala oleh kasus-kasus terorisme, hak asasi manusia dan masih diberlakukannya pembangunan rudal antar benua oleh Iran.
Nah, komponen ekonomi serta pertahanan intelstrat di kawasan konflik seputar Suriah dan Irak kini mulai mengalami perubahan. AS dan sekutu Barat tidak mengukur kepentingannya dari aliran Sihite (Syiah) ataupun Sunni, tetapi melihat dari menurunkan potensi ancaman perang nuklir dari Iran, sementara Iran mengukur dari komponen ekonomi yang mulai tertekan. Dalam hal ini maka pihak atau negara yang merasa paling dirugikan adalah Israel, merasa ditinggalkan. Demikian latar belakang masalah ISIS terkait Israel.
Perubahan geopolitik di Timur Tengah jelas akan semakin menarik, AS serta sekutu Barat melakukan langkah diplomasi lunak dengan melepas sanksi embargo ekonomi terhadap Iran, sementara Israel menginginkan dilakukannya serangan terhadap Iran dalam menetralisir kemungkinan serangan nuklir Iran. Di masa lalu, pesawat-pesawat tempur Israel pernah sukses menghancurkan reaktor atom Irak dalam sebuah operasi udara. Disinilah perbedaan pandangan AS dengan Israel. Apakah Israel akan tetap bersikeras atau justru melakukan langkah radikal terhadap situasi di kawasan? Inilah sebuah PR bagi para analis intelijen dalam membaca Israel.
Penutup
Sebagai penutup, Israel jelas kembali harus berfikir keras terkait masalah pertahanan dan kepentingan nasionalnya. Suriah serta Irak kini bukan ancaman karena masih sibuk dengan konflik terjadi yang diciptakan. Ancaman nyatanya adalah Iran yang walau aktifitas nuklirnya dibatasi, tetapi Iran kini memiliki peluru kendali balistik (non nuklir) yang mempunyai jangkauan hingga 2.000 km. Kesimpulannya, bahwa pertemanan antara Israel dengan AS dan Barat tidaklah abadi, yang abadi adalah kepentingan nasional sebuah negara, ini yang dilupakan Israel nampaknya.
Disinilah para pemangku kebijakan serta pemegang amanah Indonesia mesti waspada terhadap perkembangan situasi di Timur Tengah, khususnya mengenai akan terjadinya perubahan harga minyak serta dampak melemahnya ISIS. Analisis intelijen terhadap kejadian nun jauh disana akan bisa berpengaruh terhadap kita disini. Baca artikel penulis "Potensi Serangan Teror ISIS di Dunia Termasuk Indonesia Akan Meningkat", http://ramalanintelijen.net/?p=10341 Bagaimana rencana antisipasi kita? Siap-siap pak.
Penulis : Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan, Analis Intelijen www.ramalanintelijen.net


Menteri Pertahanan Israel Moshe Ya'alon, Pro ke ISIS daripada Iran (Photo: usnews) Dalam...

Museum Islam Betawi

Menyisir katalog, dan kemudian menyimak halaman demi halaman beberapa manuskrip yang terkait dengan sejarah Islam di Batavia (kini Jakarta) di Perpustakaan Universitas Leiden, menggiring saya pada imajinasi tentang Islam Betawi masa lalu. Kertas kecil putih bertuliskan Legaat Prof. Dr. C. Snouck Hurgronje yang nempel pada halaman sampul sejumlah manuskrip yang kami baca menandakan peran penting Penasehat urusan-urusan keislaman bagi Pemerintah Kolonial Belanda pada masanya itu, dalam pengumpulan naskah-naskah di Indonesia.
Dalam tiga hari di akhir September, saya bersama K.H. A Shodri HM, Pimpinan Jakarta Islamic Center (JIC), Ahmad Juhandi, Haerullah, Abdul Razak Said dan teman-teman peneliti lain dari JIC menyambangi Perpustakaan yang menyimpan koleksi manuskrip Indonesia terbesar di dunia tersebut, untuk melakukan riset awal terkait rencana JIC mengembangkan Museum Islam Betawi. Selain Perpustakaan, Museum Volkenkunde, yang menata artefak-artefak budaya asal berbagai Negara termasuk Indonesia, juga menjadi tempat tujuan yang ternyata memberikan banyak inspirasi bagaimana mengelola dan memvisualisasikan potensi sejarah dan kebudayaan sebuah masyarakat.
Kurator manuskrip dan buku langka Asia Tenggara Perpustakaan Leiden, Doris Jedamski, menceritakan bahwa selain manuskrip, dalam special collections khususnya, juga tersimpan banyak arsip, foto-foto, dan dokumen lain terkait sejarah Islam Betawi. Doris memberikan komitmennya untuk bekerja sama memfasilitasi semua material yang dibutuhkan untuk Museum Islam Betawi.
Terkait sumber-sumber sejarah Islam Indonesia, termasuk sejarah dan budaya Islam Betawi, Leiden memang surga! Beberapa bulan lalu, Perpustakaan Leiden bahkan menggelar pameran figur beserta karya-karya seorang ulama Hadhrami kelahiran Pekojan, Sayyid Uthman (1822-1913). Materi Pameran yang diinisiasi oleh peneliti di Leiden Institute for Area Studies, Nico Kaptein, tersebut kini dapat dinikmati secara daring melalui situs Perpustakaan Universitas Leiden sendiri.
Nico, yang pada 2014 lalu menerbitkan buku Islam, Colonialism, and the Modern Age in the Netherlands East Indies; A Biography of Sayyid ‘Uthman (1822-1914), ini sejak tahun 1990an mengkaji dokumen-dokumen terkait Sayyid Uthman, ulama Arab-Betawi yang sangat berpengaruh, sekaligus kontroversial, pada masanya. Nico menunjukkan dengan sangat baik bagaimana ulama Betawi yang tumbuh di lingkungan keluarga Arab di Pekojan ini telah turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan sejarah Islam Indonesia. Di antara sumber rujukan Nico adalah Suluh Zaman dan Qamar al-Zaman, dua manuskrip yang ditulis oleh kalangan internal keluarga Sayyid Uthman, dan kini tersimpan di Perpustakaan Leiden.
Ulama Betawi dalam Manuskrip
Selain dokumen-dokumen tentang Sayyid Uthman yang diakses oleh Nico, sejumlah manuskrip warisan Snouck Hurgronje di Leiden juga mengabadikan nama-nama tempat dan ulama setempat yang lebih awal, sekitar abad ke-19. Mereka pernah mengisi lembaran sejarah Islam di Betawi, khususnya yang terkait tarekat Syatariyah.
Naskah berbahasa Melayu beraksara Jawi dengan kode Or.7274 (Mal. c1909) misalnya, menyebut Anak Tung dan Baba Jainan, dua ulama Betawi di Kampung Pasar Senen Sungai Baru, yang silsilah intelektualnya terhubungkan kepada Kyai Santari Hurip dari Banten, serta ulama-ulama dari Karang Pamijahan Jawa Barat semisal Kyai Mas Alida Muhammad, Kyai Mas Nida Muhammad Muhyiddin, dan yang paling kesohor, Syekh Abdul Muhyi Pamijahan. Nama terakhir adalah murid utama Syekh Abdurrauf Singkel (w. 1693), seorang ulama moderat di istana Kesultanan Aceh sejak masa Sultanah Safiyatuddin.

Data ini melengkapi informasi dalam manuskrip lain koleksi the British Library, MSS.Jav.50, yang menyebut Baba Ibrahim dari Kampung Tinggi, atau Encik Salihin dan Khatib Sa’id yang asal-usulnya diidentifikasi sebagai Batawiyah negerinya, Mataraman [sekarang Matraman] kampungnya. Dua nama terakhir adalah murid dari seseorang yang disebut dalam manuskrip tersebut sebagai “…Tuan Haji Nur Ahmad Tegil negerinya, Kepatihan kampungnya…”, yang mungkin berarti dari Tegal Jawa Tengah. Jadi ulama Betawi ini mewarisi tradisi Melayu, Sunda, dan Jawa sekaligus karena ulama Tegal itu ujung-ujungnya juga belajar dari guru-guru tarekat di Pamijahan.

Bagi sarjana-sarjana Barat, manuskrip-manuskrip yang disalin sendiri oleh para sastrawan Betawi itu telah ditempatkan sesuai ‘maqamnya’ sebagai sumber penting sejarah Islam Betawi, seperti yang dilakukan Michael Laffan (2011: 36-37) ketika menulis buku the Makings of Indonesian Islam. Bahkan untuk membacanya di Perpustakaan Leiden pun, kami diwajibkan menggunakan bantal sebagai alas, agar lembaran-lembaran yang sudah rapuh itu tidak bertambah rusak.
Mempertimbangkan beberapa potensi di atas, maka pemikiran untuk menghadirkan Museum Islam Betawi di Kampung Si Pitung sendiri, patut didukung serius oleh semua pihak. Apalagi, artefak budaya Betawi yang terkait Islam sangat banyak, lebih dari sekedar manuskrip dan dokumen belaka.
Membangun Distingsi
Saat beberapa waktu lalu ngopi bersama Kurator manuskrip Asia dan Asia Tenggara the British Library, Annabel Teh Gallop, saya sampaikan rencana JIC membangun Museum Islam Betawi ini. Pertanyaan pertama yang diajukan Annabel adalah untuk siapa Museum itu ditujukan? Material apa yang membedakan Museum ini dari koleksi lain sehingga dapat menarik pengunjung?
Pertanyaan-pertanyaan Annabel seperti itu penting dijawab, tapi sekaligus juga tantangan berat untuk direalisasikan. Kita percaya bahwa orang yang datang ke Museum niscaya berharap melihat benda asli yang mampu membawa imajinasinya ke masa lampau, bukan sekedar duplikasi! Padahal, Museum Islam Jakarta ini, lokasinya bahkan tidak terletak di tempat yang terkait sejarah Islam Betawi sendiri.
Di sela-sela istirahat membaca manuskrip, dosen sastra dan budaya Indonesia di Universitas Leiden, Suryadi, menyarankan agar rencana membangun Museum Islam Betawi ini disiapkan secara serius. Penulis buku Syair Lampung Karam (2010), yang menceritakan dahsyatnya letusan Krakatau ini, pun siap memfasilitasi pengadaan material museum yang tersedia di Leiden.
Oman Fathurahman, Guru Besar Filologi Fakultas Adab dan Humaniora, Peneliti Senior Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Menyisir katalog, dan kemudian menyimak halaman demi halaman beberapa manuskrip yang terkait den...

Jika Anak Anda Bertanya tentang Tuhan

Anak kecil pada umur sekitar 3 – 5 tahunan, kalo menurut ibu saya yang seorang psikolog, biasanya suka keluar pertanyaan-pertanyaan yang bisa dibilang ajaib dan spontan, tapi polos ! Nah saking polosnya, terkadang orang tua yang kelabakan mendengar pertanyaan anaknya, biasanya cari aman saja, dengan menjawab seenaknya saja.
Weitssss..., saat sebuah jawaban terlontar dari seorang ibu ataupun bapak, disitulah mindset sang anak tertanam. Hati-hati kalau menjawab pertanyaan anak kecil. Apalagi kalau pertanyaannya tentang Tuhan.
Saat anak bertanya kepada orang tua tentang Tuhan ??? Menurut saya, itu adalah saat-saat yang sangat genting! Kenapa menurut saya sangat genting ? karena sekali salah atau melenceng sedikit jawaban orang tua, maka pemahaman anak kecil tentang Tuhan akan salah selama dia belom menerima tamparan keras bahwa yang dipahaminya salah.
Pada artikel kali ini saya akan membeberkan pertanyaan-pertanyaan polos seorang anak kecil yang biasanya dia tanyakan kepada orang tuanya tentang Tuhan. Diharapkan anda dapat meniru atau kalaupun ingin memodifikasi jawaban anda, tidak melenceng dari cara menjawab yang benar.
Berikut pertanyaan-pertanyaan tersebut beserta jawabannya. Jawaban berwarna biru adalah jawaban benar dan jawaban berwarna merah adalah jawaban salah : 

“Bu, Tuhan itu apa sih?”


Nak, Tuhan itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.

“Bu, bentuk Tuhan itu seperti apa?”


Bentuk Tuhan itu seperti anu ..ini..atau itu….
Karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan!
Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Tuhan itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Tuhan itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.
Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis
فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ

"[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat". (Q.S. Asy-Syura:11)

“Bu, Tuhan itu ada di mana?

Nak, Tuhan itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Tuhan ada di langit, apakah di bumi Tuhan tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Tuhan…berarti prinsip Allahu Akbar itu bohong?
ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ

"Dia bersemayam di atas ’Arsy". 
Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.
Nak, Tuhan itu ada di mana-mana
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Tuhan itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.
Nak, Tuhan itu dekat dengan kita. Tuhan itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Tuhan selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada
قَلْبُ الْمُؤْمِنِيْنَ بَيْتُ اللهِ

"Qalbul mu'min baitullah",  Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadist)
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat". (Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)
وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ

"Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada". (Q.S. Al-Hadiid: 4)
وَلِلّٰهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّٰهِ


"Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah". (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)
Tuhan sering lho bicara sama kita..misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Tuhan untukmu, Sayang
وَٱللهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ

"Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus". (Q.S. Al-Baqarah: 213)

“Bu, kenapa kita harus nyembah Tuhan?”

Karena kalau kamu tidak menyembah Tuhan, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Tuhan, kamu akan dimasukkan ke surga
Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Tuhan, bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka:
“Masak sama Tuhan kayak dagang aja! Yang namanya Tuhan itu berarti butuh penyembahan! Tuhan kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!“
Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya. (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)
Nak, kita menyembah Tuhan sebagai wujud bersyukur karena Tuhan telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium.
Semua untuk kesenangan kita.

Kalau Adek gak nyembah Tuhan, Adek yang rugi, bukan Tuhan. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru.
إِنَّ ٱللهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ

"Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam". (Q.S. Al-Ankabut: 6)
Katakan juga pada anak kita:
“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Tuhan, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?!”

“Kenapa, Bu?”

“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Tuhan tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Tuhan selalu ada untuk kamu.”

“Nanti, Tuhan juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”

“Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Tuhan. “
* Kesalahan orang tua muslim masa kini adalah lebih sibuk mencarikan les-les bahasa Inggris, matematika, atau piano. Mereka bangga anaknya sudah bisa bahasa Inggris atau nilai matematikanya bagus. Mereka tidak prihatin atau sedih kalau anak-anaknya belum mengenal huruf-huruf hijaiyyah..huruf-huruf yang mengantarkan anak-anak juga orang tuanya pada keridaan dan kasih sayang Tuhan di dunia dan di akhirat.
Hmm..kira-kira demikian menurut pandangan saya. Mudah-mudahan Sobat sekalian sudi memberi masukan karena tulisan ini dimaksudkan sebagai bahan diskusi, bukan fatwa..ahahaha! Mungkin tata kalimat di tulisan ini terlalu “berat” untuk diserap oleh anak atau ada pertanyaan anak yang belum tercantum di sini.
Mari kita diskusikan bersama demi terbentuknya generasi tauhidi yang cerdas akal dan imannya.
Ini berpangkal pada hadis, “Awwaluddin makrifatullah” , ‘awal agama mengenal Allah’. Bukan mengenal salat dulu.
Source: Khalidabdullah.Com

Anak kecil pada umur sekitar 3 – 5 tahunan, kalo menurut ibu saya yang seorang psikolog, biasany...


Top